Jakarta – Pemerintah terus mendorong pembangunan desa sekaligus memperkuat peran koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari strategi pemerataan ekonomi nasional. Isu tersebut menjadi topik utama dalam webinar Forum Diskusi Publik bertema “Pembangunan Desa, Koperasi dan UMKM” yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital pada Jumat (6/3).
Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain anggota Komisi I DPR RI H. Oleh Soleh, Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga dan Infrastruktur Dewan Pers Dr. Rosarita Niken Widiastuti, serta tokoh masyarakat Drs. H. Saeful Bahri.
Desa Dipandang Sebagai Titik Awal Pembangunan
Dalam pemaparannya, Oleh Soleh menekankan bahwa pembangunan nasional seharusnya dimulai dari desa, mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia masih tinggal di wilayah pedesaan.
Ia menilai konsep pembangunan yang adil harus mampu memastikan seluruh masyarakat merasakan manfaat dari kebijakan negara. Terlebih, sebagian besar pendapatan negara yang digunakan untuk pembangunan berasal dari kontribusi masyarakat melalui pajak.
Oleh Soleh juga mengapresiasi sejumlah program pemerintah yang dinilai memiliki dampak langsung bagi masyarakat, di antaranya program Koperasi Desa Merah Putih dan program makan bergizi gratis yang menjadi prioritas pemerintah saat ini.
Menurutnya, keberhasilan program-program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat serta kerja sama berbagai pihak.
Perubahan Global Menuntut Ketahanan Sistem
Sementara itu, Rosarita Niken Widiastuti menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah mengalami perubahan besar dari konsep VUCA menuju era BANI yang menggambarkan kondisi global yang rapuh, cemas, tidak linear, dan sulit diprediksi.
Dalam situasi tersebut, ia menilai strategi pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan fleksibilitas, tetapi juga harus memperkuat ketahanan sistem dan inovasi yang berkelanjutan.
Rosarita menambahkan bahwa investasi global diperkirakan masih akan tumbuh, khususnya pada sektor masa depan seperti teknologi ramah lingkungan, energi bersih, transportasi listrik, serta infrastruktur digital.
Namun demikian, sejumlah faktor seperti konflik geopolitik, proteksionisme perdagangan, serta gangguan rantai pasok masih menjadi tantangan bagi perekonomian global.
Teknologi Digital Dorong Daya Saing UMKM
Menurut Rosarita, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi serta daya saing ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM.
Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), hingga blockchain dinilai mampu meningkatkan efisiensi logistik serta memperkuat transparansi dalam rantai pasok.
Selain itu, kehadiran platform e-commerce internasional juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menjangkau pasar global meskipun kondisi ekonomi dunia sedang bergejolak.
Ia menilai pelaku usaha perlu memperkuat ketahanan bisnis serta mengembangkan strategi yang lebih adaptif agar mampu bertahan di tengah perubahan global.
Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Tokoh masyarakat Saeful Bahri menyoroti masih banyaknya desa yang menghadapi berbagai keterbatasan, seperti akses modal, transportasi, dan pasar.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian desa masih tertinggal karena letaknya jauh dari pusat kegiatan ekonomi dan minim sumber daya.
Saeful menilai koperasi dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ekonomi desa, khususnya dalam membantu pelaku UMKM memperoleh akses permodalan serta sarana produksi.
“Koperasi harus mampu menampung kebutuhan masyarakat desa dan menjadi sarana untuk memperkuat kegiatan ekonomi mereka,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menyediakan infrastruktur serta kebijakan yang mendukung perkembangan koperasi desa agar dapat tumbuh secara mandiri.
Dengan dukungan tersebut, program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



