13 Hari Diserang AS-Israel, Intelijen Sebut Pemerintahan Iran Masih Kokoh

Hasil intelijen AS menunjukkan kepemimpinan Iran masih kuat dan tidak berisiko kalah dalam waktu dekat setelah 13 hari dibombardir tanpa henti oleh AS-Israel. (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

JakartaLaporan intelijen terbaru Amerika Serikat menunjukkan bahwa pemerintahan Iran masih berada dalam kondisi stabil dan belum menghadapi ancaman runtuh dalam waktu dekat, meskipun negara itu telah mengalami serangan udara intensif selama 13 hari oleh Amerika Serikat dan Israel.

Informasi tersebut diperoleh dari beberapa sumber yang mengetahui hasil analisis intelijen AS, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters dan dilansir juga oleh CNN Indonesia. Ketiga sumber tersebut menyebutkan bahwa sejumlah laporan intelijen memberikan kesimpulan yang relatif sama, yakni rezim Iran masih mampu mempertahankan kendali atas situasi dalam negeri.

Menurut salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, laporan terbaru tersebut diselesaikan dalam beberapa hari terakhir. Analisis itu menyebutkan bahwa pemerintahan Iran tetap dapat mengontrol kondisi publik di dalam negeri.

Temuan intelijen tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dilema bagi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sebab sebelumnya Trump sempat memberi sinyal bahwa operasi militer terhadap Iran bisa segera dihentikan.

Tekanan politik terhadap pemerintah AS juga meningkat seiring melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik tersebut. Situasi ini dinilai menyulitkan Washington untuk mencari solusi yang dapat diterima semua pihak jika para pemimpin garis keras di Iran tetap mempertahankan sikap mereka.

Laporan intelijen juga menegaskan bahwa struktur kepemimpinan ulama di Iran masih solid, meskipun Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas pada 28 Februari lalu.

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *