Fakta Mengkhawatirkan: Ratusan Ribu Remaja Indonesia Terpapar Narkoba

JakartaBadan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital menggelar webinar Forum Diskusi Publik bertema Narkoba dan Remaja” pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan legislatif, akademisi, dan pegiat literasi digital untuk membahas ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Anggota Komisi I DPR RI, Taufiq R. Abdullah, menjelaskan bahwa narkoba merupakan zat yang memengaruhi sistem saraf dan dapat menimbulkan ketergantungan jika disalahgunakan. Ia mengungkapkan bahwa secara global lebih dari 296 juta orang menggunakan narkoba, sementara di Indonesia prevalensi penyalahgunaan narkotika pada 2023 mencapai sekitar 1,73 persen dengan puluhan jenis narkoba baru yang terus bermunculan.

Menurutnya, kelompok usia 15–24 tahun menjadi yang paling rentan terjerumus narkoba. Faktor pendorongnya antara lain rasa penasaran, tekanan teman sebaya, masalah emosional, hingga kurangnya pengawasan keluarga. Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga memicu berbagai masalah sosial dan hukum.

Sementara itu, pakar budaya digital Rulli Nasrullah menyoroti kuatnya pengaruh lingkungan pergaulan terhadap perilaku remaja. Ia menyebut sekitar 84,5 persen remaja pertama kali mencoba narkoba karena ajakan teman. Selain itu, perkembangan otak remaja yang belum matang membuat mereka lebih mudah mengambil keputusan berisiko.

Di sisi lain, pegiat literasi digital Fikria Najitama menjelaskan bahwa narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penyalahgunaan zat tersebut dinilai sangat berbahaya karena dapat merusak organ tubuh, meningkatkan risiko penyakit, hingga memicu berbagai persoalan sosial.

Melalui kegiatan ini, para narasumber mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya narkoba dan berani menolak segala bentuk penyalahgunaannya demi menjaga masa depan yang sehat dan bebas narkoba.

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *