Rupiah Melemah di Awal Perdagangan, Sentimen Konflik Timur Tengah dan Peringatan Fitch Tekan Pasar

Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (15/1/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Kamis di Jakarta. Mata uang Indonesia turun sekitar 4 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp16.896 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.892 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan pelemahan rupiah dipicu ketidakpastian global, terutama meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda kompromi antar pihak yang terlibat membuat sentimen pasar global tertekan. Situasi ini juga menurunkan minat investor terhadap aset berisiko.

Sebelumnya sempat beredar laporan yang menyebut Iran mendekati Amerika Serikat untuk membuka peluang negosiasi damai. Informasi tersebut sempat memicu optimisme pasar dan meningkatkan permintaan terhadap aset berisiko. Namun, pemerintah Iran kemudian membantah kabar tersebut.

Selain faktor geopolitik, tekanan juga datang dari keputusan lembaga pemeringkat Fitch Ratings yang merevisi prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, meskipun tetap mempertahankan rating di level BBB.

Perubahan prospek ini mencerminkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal Indonesia, khususnya terkait peningkatan belanja pemerintah yang belum diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan negara.

Josua menilai langkah Fitch ini sejalan dengan sinyal kehati-hatian yang sebelumnya juga disampaikan oleh Moody’s.

Dari sisi data global, aktivitas sektor jasa Amerika Serikat yang diukur oleh S&P Global menunjukkan penurunan. Indeks PMI sektor jasa turun menjadi 51,7 pada Februari 2026 dari sebelumnya 52,3, lebih rendah dari perkiraan pasar.

Sebaliknya, indeks jasa yang dirilis Institute for Supply Management justru meningkat menjadi 56,1 dari 53,8 dan melampaui proyeksi konsensus sebesar 53,5.

Sementara itu, pasar tenaga kerja AS menunjukkan perbaikan. Data ADP mencatat penambahan tenaga kerja sektor swasta sebesar 63 ribu pada Februari 2026, meningkat tajam dibandingkan 11 ribu pada bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi 50 ribu.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Josua memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.850 hingga Rp16.975 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Sumber: ANTARA

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *