Jakarta – Ancaman terhadap anak di ruang digital menjadi perhatian dalam Webinar Merajut Nusantara bertema “Keamanan Anak di Platform Digital” yang digelar Rabu (12/8).
Webinar tersebut menghadirkan Anggota Komisi I DPR RI H. Slamet Ariyadi, M.Sos., Plt. Direktur LTI Pemerintah BAKTI Sudarmanto, dan pegiat literasi digital Fathorrahman, S.Sos.
H. Slamet Ariyadi menyampaikan bahwa kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat bagi anak, terutama untuk pendidikan dan kreativitas. Namun, penggunaan internet juga memiliki sejumlah risiko, seperti konten tidak sesuai usia, perundungan siber, predator digital, judi online, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Ia menekankan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak menggunakan internet. Pengawasan diperlukan agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus terhindar dari berbagai ancaman di dunia maya.
Sudarmanto menjelaskan bahwa tingginya aktivitas anak di internet membuat perlindungan digital semakin penting. Pemerintah juga telah menghadirkan PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas sebagai salah satu upaya memperkuat perlindungan anak dalam penggunaan platform digital.
Regulasi tersebut mengatur kewajiban platform digital dalam memberikan perlindungan serta penerapan pembatasan akses berdasarkan usia anak.
Sementara itu, Fathorrahman menilai peningkatan literasi digital di lingkungan keluarga harus menjadi bagian penting dari upaya perlindungan anak. Orang tua perlu memahami teknologi dan membangun kebiasaan penggunaan gawai yang sehat.
Menurutnya, internet tidak harus dijauhkan dari anak. Dengan pendampingan yang tepat, teknologi justru dapat dimanfaatkan sebagai media belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi anak.
Webinar ini menegaskan bahwa keamanan anak di dunia digital membutuhkan kerja sama antara pemerintah, platform digital, orang tua, pendidik, dan masyarakat agar tercipta ekosistem digital yang sehat dan aman.



